Selasa, 08 Januari 2019

Memasang Jaringan ke Sytem

 001   | Pengertian dan Fungsi Perangkat Jaringan Komputer

Sebagaimana yang selama ini kita ketahui bahwa perangkat komputer itu memiliki beberapa jaringan guna mendukung kinerja dalam pengoperasian sebuah perangkat. Di sini saya akan menjelaskan bagaimana sebuah perangkat komputer bisa beroperasi dan bagaimana fungsi perangkat jaringan pendukung seperti switch, router, bridge, wireless card, lan card dan lain sebagainya.


Sebuah perangkat tidak akan bisa beroperasi dengan maksimal bahkan tak dapat dijalankan jika tidak adanya jaringan terhubung antar komponen yang dimaksud, untuk itu saya akan mencoba menjelaskan pengertian perangkat jaringan yang terdapat pada sebuah komputer.

Pengertian Perangkat Jaringan
Perangkat jaringan pada komputer merupakan alat pendukung untuk menjalankan tranformasi data sehingga perangkat bersangkutan dapat beroperasi. Sebuah komputer yang digunakan biasanya memerlukan beberapa alat sebagai pengirim data, misalnya router, wireless, wireless card, lan card dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagaimana dengan fungsi perangkat keras jaringan bahwa alat-alat seperti router itu akan bekerja sesuai dengan kegunaan, ia akan mengirimkan data ke perangkat lain sehingga jaringan bisa terhubung.


Berikut ada beberapa nama perangkat jaringan komputer yang sering kita temui dan menggunakannya. Biasanya untuk harga pendukung perangkat komputer tersebut juga tidaklah terlalu mahal, namun demikian harga juga ditentukan dengan kualitas barangnya. Seperti apa saja perangkat jaringan komputer yang dimaksud? Yuk kita lihat macam-macam perangkat jaringan komputer di bawah ini.

1. Perangkat Router
Router adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih sehingga pengiriman data dari satu perangkat ke perangkat lain bisa diterima. Router itu bisa menghubungkan network / jaringan yang menggunakan topologi seperti bus, star dan ring.

Dengan adanya perangkat bernama router tadi maka dua jaringan yang berbeda dapat terhubung, sebagai contoh 135.165.112.6/24 bisa terhubung ke 163.190.231.4/24 begitu dengan sebaliknya.Proses melakukan routing ini terjadi pada layer ke tiga pada OSI Layer. Perlu diketahui juga jika cara kinerja router tersebut hampir sama dengan bridge yang sama-sama meneruskan data.


Penggunaan router ini sering digunakan dalam teknologi jaringan berbasis protokol TCP/IP. Untuk router yang digunakan dalam hal ini sering disebut dengan IP router. Selain itu, router juga bisa digunakan untuk membuat koneksi antara jaringan LAN dengan sebuah layanan telekomunikasi (telekomunikasi leased line / Digital Subscriber Line). Router ini sering disebut dengan access server.

Ada juga router yang menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi jaringan DSL (Digital Subscriber Line). Router ini dinamakan DSL router. Router-router di atas biasanya sudah dilengkapi dengan adanya fitur firewall. Router juga memiliki kemampuan untuk memblokir lalu lintas data yang dikirimkan melalui broadcast. Hal itu mencegah terjadinya broadcast storm yang bisa mengakibatkan kinerja jaringan lebih lambat.

2. Perangkat Wireless Card
Wireless Data ini merupakan sebuah jaringan yang mampu menghubungkan dua device tanpa menggunakan kabel. Wireless Card dapat menghubungkan dua atau lebih perangkat komputer sehingga bisa saling terhubung melalui jaringan Wi-Fi dan tanpa menggunakan kabel. 

Hal tersebut tentunya kita sering menggunakannya bukan? Sebab melalui jalur jaringan wifi maka kecepatan maksimal internet bisa kita rasakan.

3. Perangkat LAN Card
Seperti halnya dengan perangkat jaringan yang lain, LAN Card ini merupakan perangkat jaringan yang dapt menghubungkan kiriman data dari perangkat satu ke perangkat lainnya. Tapi pada LAN Card ini harus menggunakan kabel biar data dapat sampai ke perangkat lainnya. Pada penggunaan LAN ini maka data dapat tertransmisikan menggunakan media jaringan kabel UTP.

4. Perangkat Bridge
Perangkat Bridge ini berfungsi untuk memperluas jaringan ke bentuk jaringan lain yang lebih luas sehingga bisa dipergunakan pada perangkat lain. Dalam kinerja Bridge ini ia harus mengenali alamat MAC yang biasanya mentransmisikan sebuah data ke jaringan, baru kemudian bridge membuat tabel otomatis. 

Kelebihan perangkat bridge ini ialah ia bisa menentukan segmen mana yang akan di rooting atau di saring.

5. Perangkat Hub
Hub pada komputer gunanya untuk membagi server ke jaringan lain, adapun kelemahan dari Hub ini ialah jika ia rusak maka transmisi jaringan ke komputer juga tidak dapat berjalan dengan begitu dia tidak dapat mengatur kecepatan data yang di kirimkan ke komputer lainnya.

Prinsip kerja hub ialah dengan cara menyalin sekumpulan / paket data dari sebuah sumber yang tersambung dengan port pada hub itu dan membagikan kepada seluruh port yang tersambung dengan hub tersebut.

Analoginya seperti ini…



Jika dalam satu ruangan terdapat 5 orang, dan hanya ada satu orang yang memiliki sebuah makanan. Maka fungsi dari hub adalah membagi makanan yang hanya dimiliki 1 orang tersebut ke seluruh orang yang ada di dalam ruangan.Tetapi, kelemahan dari hub adalah tidak mampu membagi paket data (makanan jika dalam contoh di atas) dengan rata ke setiap port (orang jika dalam contoh di atas) dengan adil dan rata. Hal itu yang membedakan antara hub dengan switch. Jika switch bisa membagi paket data dengan rata.

6. Perangkat Switch
Switch merupakan sebuah hardware yang fungsinya hampir sama dengan HUB, ia bisa membagi-bagi jaringan lokal ke banyak perangkat komputer. Sementara fungsi utamanya switch ini ialah untuk menerima sinyal, mengirimkan data jaringan dari server ke jaringan perangkat lain.


Namun, kelebihan switch dibandingkan hub adalah switch lebih cerdas dalam membagi sinyal koneksi. Dalam kata lain, switch mampu membuat beberapa komputer mendapatkan kecepatan internet yang setara.

7. Perangkat Access Point
Access Point kegunaannya mirip dengan router. Namun Access Point memiliki fungsi yang sebenarnya ialah untuk memancarkan Wireless sinyal yang dipancarkan dari router untuk membuat jaringan WLAN. Salah satu kelebihan Access Point ini adalah dapat tersambung langsung dengan broadband atau router.

8. Perangkat Kabel
Kabel merupakan penghantar arus dari dan ke sebuah perangkat. Ada banyak jenis kabel yang digunakan ke perangkat koputer dan biasanya berjenis Unshielded Twisted Pair (UTP) dan masih banyak lagi yang lainnya.





Adapun kekurangan dari penggunaan kabel tersebut biasanya ada kerumitan karena juga harus memerlukan lokasi penempatan kabel dan lain sebagainya.

9. Perangkat NIC
NIC atau Network Interface Card merupakan kartu yang juga berperan penting bagi komputer. NIC biasanya ditanamkan pada komputer sehingga perangkat bisa terhubung dengan jaringan LAN. Adapun fungsi NIC ini membuat perangkat dapat terhubung dengan jaringan melalui koneksi kabel.

10. Perangkat Modem
Modem merupakan perangkat keras yang dapat menghantarkan perubahan data sinyal menjadi analog untuk selanjutnya kembali menjadi data sinyal digital sehingga komputer dapat dijalankan. Biasanya ketika modem mendapatkan sinyal analog maka ia akan merubahnya menjadi signal digital dan menghantarkannya ke komputer.




Dalam artian, modem itu bisa membuat komputer/PC kita terkoneksi dengan jaringan internet. Ada banyak jenis modem yang biasa kita lihat dan masing-masing perangkat juga memiiki kualitas sendiri-sendiri.


11. Perangkat Repeater
Repeater merupakan perangkat jaringan untuk memperkuat sinyal. Perangkat repeater dapat memperkuat sinyal pada jarak jauh. Fungsi repeater adalah : 
  1. Memperluas Jangkauan Sinyal Server
  2. Jadi, jika sebuah server menggunakan repeater maka sinyalnya akan bisa diakses lebih jauh oleh perangkat lain.Maksudnya adalah, dalam jarak yang lebih jauh sebuah perangkat bisa mengakses paket data dari server.
  3. Mempermudah Mengakses Sinyal WiFi
  4. Dengan adanya repeater, maka banyak perangkat yang lebih mudah dalam mengakses wifi karena jaringan sudah diperkuat dengan menggunakan repeater.
  5. Meminimalisir Penggunaan Kabel Jaringan
  6. Penggunaan repeater meminimalisir adanya kabel jaringan yang cukup banyak. Itu karena repeater memperkuat sinyal sehingga tidak memerlukan kabel untuk mengakses paket data.
Pada intinya, fungsi repeater itu memperkuat sinyal data sehingga lebih mudah diakses.


12. Perangkat Konektor
Konektor merupakan sebuah alat yang menghubungkan kabel dengan Network Adaptor. Keberadaan konektor ini juga sangat vital bagi perangkat komputer sebab jika tidak ada alat tersebut maka komputer juga tidak dapat dioperasikan dengan semestinya. Ada beberapa jenis konektor yang biasa terpasang pada perangkat komputer, diantaranya ialah:
  1. Konektor RJ-45 digunakan untuk Kabel UTP
  2. Konektor BNC/T digunakan untuk Kabel Coaxial
  3. Konektor ST digunakan untuk Kabel Fiber Optic.
Ya, keberadaan konektor memang tidak dapat dipisahkan dengan perangkat lain, meskipun sepintas ia tak banyak fungsi, tapi dengan tidak adanya konektor maka komputer juga tak bisa berfungsi.

Konektor RJ-45
Di atas adalah macam-macam perangkat jaringan komputer yang sering di gunakan sebagai pendukung dalam mengalirkan data sinyal ke perangkat komputer. Adapun selanjutnya kita coba melihat ke dalam perangkat sebuah komputer. Pada komputer sudah barang tentu ada CPU serta komponen yang lain. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas CPU saja, ya.


CPU Pada Komputer
CPU atau Central Processing Unit merupakan perangkat keras komputer yang mempunyai tugas menjalankan perintah dan mengolah data dari perangkat lunak. CPU juga sering disebut dengan otaknya komputer sebab peranannya sangat penting untuk sebuah kinerja perangkat. Cara kerja dari CPU ialah ia akan mengambil program yang masuk untuk kemudian dimasukkan ke RAM. 

Pada pengambilan program oleh cpu tadi biasanya terdapat intruksi dan data. Untuk intruksi akan di tempatkan pada Program Storage, sedangkan data akan masuk ke Working Storage.




Intruksi dan data tadi selanjutnya diabil oleh Control Unit dan tersimpan di register. 
Selanjutnya intruksi dan data akan diproses dan hasilnya tertampung di Accumulator, kemudian Control Unit akan mengambil data-data tersimpan tadi dan kembali membawanya ke RAM, selanjutnya hasil ditampilkan di output. Contoh beberapa CPU yang sering kita lihat pada perangkat komputer
  1. Intel: Itanium, Xeon, Core i5, Core i7, Core 2, Core, Pentium ( Pro, MMX, II, III, 4, D, M, Dual-Core), Celeron, Atom 
  2. Hewlett-Packard: Capricorn, FOCUS, PA-7000 ~ PA-8900, Saturn.
  3. Digital Equipment Corporation: V-11, MicroVAX 78032, CVAX, Rigel, Mariah, NVAX, Alpha, StrongARM
  4. AMD: Athlon, Athlon 64, Athlon XP, Duron, Opteron, Sempron, Turion.
  5. ARM: ARM.
  6. Elbrus: Elbrus-3
  7. Fairchild Semiconductor: Clipper
  8. IBM: IBM 801, Cell Processor, Broadway Processor
  9. POWER: POWER 1 ~ 6, RISC Single Chip, P2SC
  10. PowerPC-AS: A10, A25, A30, RS64.
Demikianlah beberapa bagian dari sebuah komputer yang terdiri dari perangkat kerassampai jaringan. Sebuah komputer pastinya tidak dapat menjalankan tugasnya bila tak di dukung dengan adanya perangkat jaringan yang mengalirkan data signal maupun arus listrik.




 002  | Detail Dasar Memasang Jaringan ke System

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet
Ciri-ciri jaringan komputer:

  1. Berbagi perangkat keras (hardware).
  2. Berbagi perangkat lunak (software).
  3. Berbagi saluran komunikasi (internet).
  4. Berbagi data dengan mudah.
  5. Memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.

Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan. LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
  1. Komponen Fisik Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan
  2. Komponen Software Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan. Personal Komputer (PC) 
Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputerkomputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.
  1. Network Interface Card (NIC)
  2. Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI. 
  3. Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI
  4. Gambar Jenis kartu jaringan Ethernet
  5. Tipe Pengkabelan
  6. Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Jaringan, yaitu:
  7. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.

Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.

Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB dan Modem Broadband lansung ke PC (tanpa HUB). Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

Protokol TCP/IP
Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI

IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

Network ID Host ID 
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.

Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask
A xxx.0.0.1 s/d xxx.255.255.254 – Defaul subnet mask : 255.0.0.0
B xxx.xxx.0.1 s/d xxx.xxx.255.254 – Defaul subnet mask : 255.255.0.0
C xxx.xxx.xxx.1 s/d xxx.xxx.xxx.254 – Defaul subnet mask : 255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6

Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. 
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1

Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.


EmoticonEmoticon