Senin, 04 Maret 2019

Pengertian, Macam-macam, Kelebihan & Kekekurangan Jaringan Nirkabel

Jaringan Nirkabel (Wireless) adalah Teknologi jaringan yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik melalui udara sebagai media untuk mengirim informasi dari pengirim ke penerima beberapa teknologi wireless yang telah dikembangkan antara lain:wifi ,bluetooth, wiax, vsat, sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarakan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan .Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang populer dalam kategori jaringan nirkabel ini meliputi: jaringan kawasan lokal nirkabel (wireless LAN/WLAN), dan Wi-Fi.

Jaringan Nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya infra merah.



Macam-macam Jaringan Nirkabel:

1. Wireless Wide Area Networks (WWANs)

Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel malalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat mencakup suatu daerah yang sangat luas seperti kota atau negara melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya.

2. Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)

Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam koneksi nirkabel antara beberapa lokasi didalam suatu kota atau pada kampus/universitas. WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan jaringan berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringa yang berbasis kabel mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio.


3. Wireless Local Area Networks (WLANs)

Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal. WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen LAN.



4. Wireless Personal Area Networks (WPANs)

Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel(adhoc) bagi peranti sederhana seperti pda, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal(Personal Operating Space atau POS)




Keunggulan Jaringan Nirkabel :

1. Mobilitas
– Bisa digunakan kapan saja.
– Kemampuan akses data pada jaringan wireless itu real time, selama masih di area hotspot.

2. Kecepatan Instalasi
– Proses pemasangan cepat.
– Tidak perlu menggunakan kabel.

3. Fleksibilitas Tempat
– Bisa menjangkau tempat yang tidak mungkin dijangkau kabel.

4. Pengurangan anggaran biaya
5. Jangkauan luas

Kelemahan jaringan nirkabel :

  1. Transmit data 1-2 Mbps, sedangkan jika menggunakan kabel akan lebih cepat.
  2. Alatnya cukup mahal.
  3. Propagansi Radio ( Interferensi Gelombang ) yaitu perpaduan dua gelombang yang mengacaukan jaringan wireless.
  4. Kapasitas jaringan terbatas.
  5. Keamanan data kurang terjamin.
  6. Intermittence ( sinyal putus-putus )

Kelebihan jaringan kabel :

  1. Relatif murah
  2. Tingkat keamanan relatif tinggi (karena terhubung langsung serta terpantau hubungannya).
  3. Performa/Stabilitas jaringan dan bandwith yang lebih tinggi dan lancar
  4. Reliabilitas

Kelemahan jaringan kabel:

  1. Kurang fleksibel jika ada ekspansi.
  2. Mobilitas yang kurang.
  3. Wired lan harus di tempatkan di tempat yang aman.
  4. Security pada wired lan akan hilang pada saat kabel jaringan di potong atau ditap.

Pengertian Wide Area Network (WAN) Lengkap !

Masih dengan tema seputar Teknologi, Informasi dan Komunikasi yakni dengan sub judul tentang Wide Area Network atau yang disingkat dengan WAN. Bagi mereka yang terjun di dunia komputer tentu tidak asing dengan istilah ini, namun bagi kita yang masih awam belum tentu paham tentang pembahasan Wide Area Network (WAN).


Untuk itu kami akan menbagikan kepada sobat tentang Pengertian Wide Area Network (WAN), Karakteristik jaringan, Jenis-jenis Koneksi, Fungsi Wide Area Network (WAN) serta Kelebihan dan Kekurangannya. Yuk langsung saja kita simak artikel selengkapnya.

PENGERTIAN WIDE AREA NETWORK (WAN)




Pengertian Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, radiusnya dapat mencakup sebuah negara bahkan benua.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Wide Area Network (WAN) merupakan sebuah jenis jaringan komputer yang mencangkup negara dan benua, atau suatu gabungan dari jaringan LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan Area Network).

Ciri-ciri dan Karakteristik Wide Area Network (WAN)

Berikut adalah ciri dan karakteristik Wide Area Network atau yang disingkat dengan WAN.
  • Umumnya Wide Area Network (WAN) berfungsi untuk menghubungkan perangkat-perangkat yang tidak dapat dihubungkan melalui jaringan LAN dan jaringan MAN. Sehingga jaringan Wide Area Network (WAN) dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang sangat luas.
  • Radius yang dapat dijangkau oleh Wide Area Network (WAN) sangat luas. Oleh karena itu biasanya pada jaringan
  • WAN akan melibatkan Operator telekomunikasi. Tujuan dari penggunaan operator telokomunikasi ini adalah agar perangkat-perangkat yang ada dalam jaringan WAN dapat saling berkomunikasi satu sama lain.
  • Menggunkan koneksi serial dari berbagai macam jenis untuk dapat mengakses bandwith dalam lokasi dan jarak yang jauh.
  • Wide Area Network (WAN) dapat melakukan pertukaran paket data maupun frame antar router atau switch dan jaringan LAN yang sudah dibangun.
  • WAN bekerja pada layer fisik dan pada layer data link dari layer OSI.

Jenis-jenis Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) terbagi kedalam beberapa jenis dan macam diantaranya :

Leased Line.

Lased line merupakan jenis WAN yang sering disebut dengan koneksi dedicated point to point. Koneksi dedicated point to point merupakan jenis WAN yang tidak memerlukan proses call setup untuk memulai pengiriman data. Jadi mekanisme pengiriman paket data dilakukan dengan Synchronous serial.

Circuit Switching

Jenis WAN yang satu ini terlebih dahulu akan melakukan call setup untuk membentuk koneksi, tujuannya supaya dapat memulai pengiriman data. PTSN dan ISDN merupakan protocol pada WAN yang menggunkan koneksi circuit switching pada jaringan publik.

Packet Switching

Manfaat dari koneksi Packet Switching adalah pengguna dapat membagi bandwidth pada pengguna lain sehingga koneksinya akan lebih stabil dan dapat mengatur bandwidth sesuai dengan jumlah pengguna. Pengertian dari Packet Switching adalah pengembangan dari koneksi Lased Line dan mekanis mekoneksinya secara Synchronous Serial.
Baca juga :

Fungsi Wide Area Network (WAN)

Setelah membahas pengertian, jenis dan karakteristiknya, yuk kenali fungsi dari Wide Area Network (WAN).
  • Menghubungkan jaringan LAN dan jaringan MAN ke dalam satu jaringan.
  • Dapat membantu mempercepat proses berbagi data atau sharing file.
  • Guna mempercepat dan mempermudah arus komunikasi serta informasi.
  • Update data antar perusahaan atau kantor dapat dilakukan setiap saat dengan mudah dan murah.
  • Sarana menyampaikan informasi jadi lebih mudah, cepat dan efisein.

Protocol Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) memiliki beberapa protocol pada jaringan yang menyediakan mekanisme untuk pengiriman paket data. Berikut beberapa protocol yang ada dalam jaringan Wide Area Network (WAN) :

Protocol HDLC

Protocol HDLC atau High Level Data Link Control merupakan sebuah protocol jaringan WAN yang bekerja pada data link layer yang dimana HDLC protocol ini memiliki fungsi untuk menetapkan metode enkapsulasi paket data yang ada pada synchrounus serial.

Point to Point (PPP)

Point to Point merupakan sebuan protocol yang terletak pada data link dapat digunakan untuk komunikasi asynchrounus dan synchrounous serial. Fungsi dari protocol ini dapat melakukan authentifikasi dan memiliki sifat multiprotocol. Poin to Point protocol berasal dari pengembangan Serial Line Interface Protocol (SLIP). SLIP merupakan suatu protocol standar yang menggunkan protocol TCP/IP.

ISDN

ISDN merupakan protokot yang disingkat dari Integrated Services Digital Network yakni sebuah layanan digital yang bekerja melalui jaringan telepon. Protokol ISDN merupakan jenis protocol pada komunikasi data yang dapat membawa paket data dalam bentuk teks, suara, gambar, video secara simultan. ISDN bekerja pada bagian physical, data link dan pada network.

X.25

Protocol X.25 merupakan salah satu jenis protocol standard yang dapat mendefenisikan hubungan antar terminal dengan jaringan packet switching. X.25 dibuat untuk berkomunikasi data secara analog, sehingga proses-proses pengiriman data harus dapat mengikuti algoritma yang terdapat pada protocol x.25. Protocol X.25 melakukan koneksi dengan membuat circuit virtual, yang dimana terdapat jalur khusus pada jaringan publik digunakan untuk komunikasi data antar protocol X.25.

Frame Relay

Frame Relay merupakan sebuah protocol yang berguna untuk pengiriman data pada jaringan publik. Sama seperti protocol X.25. Protocol ini juga menggunakan circuit virtual untuk jalur komunikasi data khusus.
Namun protocol Frame Relay lebih baik dari pada protocol X.25, karena terdapat fitur dan berbagai macam perlengkapan yang tidak dimiliki oleh protocol X.25. Frame relay melakukan enkapsulasi pada paket data, menggunakan indentitas koneksi Data Link Connection Identifet (DLCI) yang mana pembuatan jalur circuit virtual akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antar komputer pelanggan dengan router atau switch yang digunakan sebagai node Frame Relay.
Baca juga :
Demikian penjelasan tentang Protocol lengkap dengan ulasan tentang jenis, karakteristik, contoh serta fungsinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memperluas wawasan para pembaca dan juga penulis. Simak terus informasi pendidikan lainnya di Sumberpengertian.com yaa 🙂

Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Membuat Kabel UTP (MATERI LENGKAP)


Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) atau yang biasa disebut ‘kabel jaringan/LAN’ oleh masyarakat merupakan salah satu kebutuhan penting pada sebuah jaringan komputer. Tanpa adanya kabel ini, jaringan komputer tidak mungkin terhubung (terkecuali jika menggunakan jaringan wireless). Fungsi dari kabel UTP adalah menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.



PENGERTIAN SINGKAT KABEL UTP


Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP adalah piranti yang digunakan sebagai media transfer data dari komputer satu ke komputer lainnya. Di dalam kabel ini, terdapat 8 kabel-kabel kecil berbeda warna yang dililit menjadi 4 pasang kabel. Kabel-kabel kecil ini saling melilit bukan tanpa alasan, melainkan memiliki fungsi sebagai eliminasi dan induksi kebocoran.

PENAMAAN KABEL

Kabel UTP yang saling berlilitan

Mengapa kabel jaringan ini dinamai Unshielded? Hal ini dikarenakan kabel UTP tidak dilengkapi dengan pelindung sehingga rentan terhadap interferensi elektromagnetik. Kemudian, mengapa kabel ini dinamai Twisted Pair? Seperti yang Anda ketahui diatas, bahwa di dalam kabel UTP terdapat 8 kabel yang saling melilit setiap dua kabelnya, sehingga terdapat 4 pasang kabel.

FUNGSI SETIAP WARNA KABEL DI DALAM KABEL UTP


Kode-kode warna kabel UTP

Di dalam sebuah kabel UTP, terdapat 8 kabel berbeda warna. Masing-masing kabel berwarna oranye, putih-oranye, hijau, putih-hijau, biru, putih-biru, cokelat, dan putih-cokelat. Setiap kabel memiliki peran dan tugas masing-masing. Sebagai media penghantar informasi antar komputer, kabel-kabel kecil inilah yang berperan penting terhadap adanya tukar-menukar informasi/data. Fungsi dari masing-masing warna kabel:

Oranye : Media penghantar paket data
Putih-Orange : Media penghantar paket data
Hijau : Media penghantar paket data
Putih-Hijau : Media penghantar paket data
Biru : Media penghantar paket suara
Putih-Biru : Media penghantar paket suara
Cokelat : Media penghantar tegangan DC
Putih-Cokelat : Media penghantar tegangan DCDari uraian diatas, jelas hanya 4 kabel saja yang berfungsi sebagai media penghantar informasi/data. Sehingga, sebenarnya kita hanya perlu warna putih-orange, orang, putih-hijau dan hijau.


KATEGORI KABEL UTP


Kabel UTP berkualitas

Kabel UTP dikategorikan menjadi beberapa kategori berdasarkan kualitas transmisi data. Kategori-kategori kabel UTP biasa disebut CAT [x], x merupakan kategori kabel UTP yang dimulai dari angka 1. Semakin tinggi kategori x nya, semakin cepat kecepatan transmisi data. Berikut adalah beberapa kategori kabel UTP yang ada saat ini.

CAT1 (Kategori 1)

Kabel UTP CAT1 merupakan kabel UTP dengan kualitas transmisi data paling rendah, yaitu hanya sebesar 1 Mbps saja. Dengan kecepatan kecil seperti itu, kabel UTP kategori ini sangat tidak cocok digunakan untuk media transmisi data antar komputer dalam jaringan. Kabel ini hanya didesain untuk komunikasi data suara analog saja, sehingga penggunaannya terbatas hanya untuk telepon saja. Pada tahun 1983 kabel kategori banyak digunakan untuk komunikasi telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS).

CAT2 (Kategori 2)

Kabel UTP CAT2 sedikit lebih baik dari CAT1, dimana kategori kabel ini sudah bisa melakukan transmisi suara dan data dengan kecepatan terbaiknya mencapai 4 Mbps. Kabel CAT2 digunakan pada jaringan yang menghubungkan node-node di dalam jaringan dengan teknologi Token Ring.

CAT3 (Kategori 3)

Kategori berikutnya adalah CAT3. Berdasarkan penggunaannya, kabel ini digunakan pada jaringan yang sama dengan CAT2, yaitu jaringan Token Ring dengan kemampuan transmisi data dan suara. Sebenarnya kabel ini didesain untuk menggantikan kabel UTP CAT2, dengan kualitas kecepatan transmisi data sebesar 10 Mbps. Selain itu, kabel kategori 3 ini hanya mendukung jaringan 10BaseT (10 Mbps, Baseband, Twisted Pair). Dengan kata lain, kabel CAT3 menjadi kabel dengan kualitas terendah untuk penggunaan teknologi Ethernet seperti pada teknologi jaringan masa kini.

CAT4 (Kategori 4)

Kabel UTP kategori 4 atau CAT4 masih digunakan untuk mengganti kabel CAT3 ataupun CAT2 pada jaringan Token Ring, namun dengan kecepatan transmisi data 16 Mbps, lebih cepat dari kabel UTP CAT3.

CAT5 (Kategori 5)

Kabel UTP CAT5 adalah kabel UTP yang saat ini banyak digunakan di dunia jaringan komputer. Kecepatan transmisi datanya mencapai 100 Mbps, sehingga dapat mendukung jaringan Token Ring, Ethernet (10BaseT) dan FastEthernet (100BaseT). Bahkan support untuk GigabitEthernet (1000BaseT). Selain kecepatan transmisinya yang dapat mendukung jaringan modern seperti saat ini, kabel UTP CAT5 juga lebih murah dari jenis kabel serat optik (Fiber Optic), hanya saja kecepatan 1 Gbps itu untuk jarak dibawah 100 meter.

CAT5e (Kategori 5e)

Kabel CAT5e adalah transformasi dari kabel CAT5, dengan kecepatan maksimum 1 Gbps. Support untuk jaringan GigabitEthernet. Kategori ini sebenarnya adalah tingkat lanjut dari CAT5 (dalam arti menawarkan kemampuan yang lebih baik dari CAT5), yang diproyeksikan untuk penggunaan jaringan GigabitEthernet dengan frekuensi 100 Mhz meskipun kabel CAT6 lebih direkomendasikan untuk jenis jaringan tersebut.

CAT6 (Kategori 6)

Kabel CAT6 adalah kabel UTP dengan kecepatan transmisi data 1 Gbps dan frekuensi 200 Mhz, lebih tinggi dari CAT5e. Lebih cocok digunakan untuk jaringan GigabitEthernet ketimbang kabel CAT5 atau CAT5e.

CAT7 (Kategori 7)

Kategori kabel dengan kualitas paling tinggi, dengan kecepatan transmisi data hingga 10 Gbps. Jenis kabel yang sangat cocok sebagai media high traffic berbagai macam aplikasi dalam 1 kabel. Sangat support digunakan pada jaringan GigabitEthernet dan 10G Ethernet, ditambah dengan frekuensi signalnya yang mencapai up to 600 Mhz.

Dari berbagai kategori kabel UTP yang ada saat ini dan support terhadap jaringan GigabitEthernet, semuanya hanya dapat bekerja maksimal pada jarak 100 meter saja.


PERANGKAT-PERANGKAT YANG MENGGUNAKAN KABEL UTP UNTUK BERKOMUNIKASI



Kumpulan Port RJ-45 pada sebuah Switch

Kita pastinya sangat familiar dengan fungsi kabel UTP yang dapat menghubungkan satu komputer ke komputer lain untuk saling berkomunikasi. Tetapi pada kenyataannya, bukan hanya komputer yang dapat dihubungkan dengan kabel UTP.

Switch dan Hub, sebagai penghubung beberapa komputer supaya dapat berkomunikasi tentunya memerlukan kabel UTP, begitupun dengan Router sebagai penghubung jaringan yang berbeda. Access Point juga memerlukan koneksi ke Router atau Switch menggunakan kabel UTP. Perangkat lain yang membutuhkan kabel UTP untuk komunikasi data antara lain printer, modem, mesin photocopy, CCTV, Access Control, dan lain-lain.

RJ-45, SEBAGAI KONEKTOR KABEL UTP


Karakteristik Konektor RJ-45
Kabel UTP memerlukan konektor yang disebut dengan konektor RJ-45, untuk menghubungkan kabel dengan komputer atau device lain. Secara fisik, konektor RJ-45 terbuat dari bahan plastik dengan 8 pin kecil berwarna kuning di bagian bawahnya. Pin-pin ini akan merobek kulit kabel UTP pada saat proses crimping. Pada pembuatan kabel UTP (Straight-Through/Cross-Over), dikenal istilah Crimping, yaitu proses penyatuan antara kabel UTP dengan konektor RJ-45 menggunakan alat Crimping Tool. Konektor ini bersifat sekali pakai, maksudnya hanya bisa dicrimping sekali saja. Sekali dicrimping, maka konektor RJ-45 tidak bisa dikembalikan lagi seperti sedia kala. Konektor RJ-45 dapat dibeli di toko-toko komputer atau elektronik dengan harga yang murah.


JENIS KABEL UTP



Salah satu model RJ-45
Dari cara instalasinya menjadi kabel jaringan dan transmisi data, kabel UTP dibedakan menjadi 3 jenis. Yaitu jenis kabel UTP Straight-Through, Cross-Over dan Roll-Over. Ketiga jenis kabel ini dibedakan berdasarkan penyusunan warna kabel.

Pemasangan urutan warna kabel mengikuti dua aturan standarisasi internasional, yaitu aturan IEA/TIA 568A dan TIA/IEA 568B. Agar lebih mudah dalam menghafal standar internasional ini, kita sebut standar IEA/TIA 568A sebagai STANDAR A, sementara standar TIA/IEA 568B kita sebut STANDAR B. Aturan urutannya adalah sebagai berikut.


Note: EIA/TIA merupakan kepanjangan dari Electronic Industries Assosiation/Telecommunication Industries Assosiation
Kabel UTP jenis Straight-Through

Untuk jenis kabel Straight-Through, kedua ujung kabel UTP menggunakan satu susunan warna dari standar yang sama, yakni STANDAR A di ujung yang satu dan STANDAR A di ujung yang lainnya. Begitupun jika menggunakan STANDAR B, maka di kedua ujung kabel menggunakan STANDAR B. Pada intinya, kabel UTP jenis Straight-Through menggunakan susunan warna kabel yang sama di setiap ujungnya.

Sehingga akan membentuk pola seperti gambar dibawah ini.



Urutan Kabel Straight-Through jika menggunakan standar A
Atau

Urutan Kabel Straight-Through jika menggunakan standar B

Fungsi dari jenis kabel Straight-Through adalah menghubungkan device yang berbeda, misalnya komputer ke switch, switch ke router, dan lain-lain.

Kabel UTP jenis Cross-Over

Jenis kabel Cross-Over di kedua ujungnya menggunakan dua standar yang berbeda, yakni STANDAR A dan STANDAR B. Sehingga, pada setiap ujungnya memiliki susunan warna yang berbeda (dari dua urutan standar internasional). Susunan kabel Cross-Over dapat dilihat pada gambar berikut.


Urutan kabel UTP Cross-Over
Fungsi jenis kabel ini adalah menghubungkan device yang sama.

Kabel UTP jenis Roll-Over

Yang terakhir, adalah kabel jenis Roll-Over. Kabel jenis ini memiliki susunan warna STANDAR A atau STANDAR B di satu ujungnya, namun susunan warna di ujung yang lain merupakan kebalikan dari susunan warna sebelumnya. Misalnya jika di ujung A menggunakan susunan warna dari STANDAR A, maka di ujung yang lain adalah kebalikan dari susunan warna STANDAR A. Begitupun jika menggunakan susunan warna STANDAR B. Susunan kabel Roll-Over dapat dilihat pada gambar berikut.

Urutan kabel Roll-Over jika salah satu ujungnya menggunakan standar A

Urutan kabel Roll-Over jika salah satu ujungnya menggunakan standar B

Fungsi dari kabel ini adalah untuk mengkonsol device-device yang dapat dikonsol oleh terminal komputer, seperti mengkonsol router, switch, dan lain-lain.


PENGGUNAAN KABEL UTP

Salah satu penggunaan kabel utp yaitu menghubungkan switch dengan komputer
Kabel Straigh-Through berfungsi untuk menghubungkan dua device yang berbeda, antara lain:

PC ke Switch/Hub/Bridge
PC ke Router
Switch ke Router
Switch ke Access Point
Access Point ke Router
Dan lain-lainSementara kabel Cross-Over berfungsi sebaliknya, yaitu menghubungkan dua device yang sama, seperti:

PC ke PC
Switch ke Switch
Router ke Router
Access Point ke Access Point
Dan lain-lainKabel jenis Roll-Over, fungsinya adalah untuk menghubungkan PC dengan device yang akan dikonsol seperti Router atau Switch (yang memiliki port khusus console).


CARA MEMBUAT KABEL UTP JENIS STRAIGH-THROUGH, CROSS-OVER DAN ROLL-OVERSebelum membuat kabel, pastikan semua alat dan bahan sudah lengkap. Alat dan bahan untuk membuat satu kabel jaringan dari kabel UTP adalah sebagai berikut.


Alat dam Bahan membuat kabel UTP


Kabel UTP
2 buah konektor RJ-45 atau lebih
Tang potong (*), untuk memotong kabel
Gunting (*), untuk memotong kabel/meratakan potongan kabel
Crimping Tool
Cutter (*), untuk memotong kabel dan mengupas kabel
LAN Tester, untuk mengetes hasil instalasi kabel UTP kita (*) Alat penunjang, tidak wajib ada.

Membuat kabel UTP Straight-Through

Pada tutorial ini, kita akan membuat kabel UTP Straight-Through dengan kedua ujung kabel disusun mengikuti Standar internasional TIA/EIA 568B (Standar B). Jadi susun kedua ujung dengan urutan kabel yang sama.

1) Ukur terlebih dahulu ujung kabel sekitar 3 cm (1,5 cm adalah jarak pin ke penjepit RJ-45).


2) Setelah diukur, sayatlah bagian luar kabel menggunakan cutter atau pisau yang ada pada crimping tool, jangan sampai mengenai dan memotong kabel-kabel didalamnya.


3) Setelah disayat, tarik bagian luar kabel yang sudah disayat.


4) Kemudian kita akan menyusun warna-warna kabel.


5) Karena masih saling berlilitan, pisahkan kabel-kabel sehingga tidak ada yang saling melilit.


6) Urutkan warna-warna kabel sesuai urutan warna standar B (TIA/EIA 568B) dimulai dari sebelah kiri.


7) Setelah tersusun, tinggal dirapikan (jangan sampai ada warna yang tertukar).


8) Lalu ukur kabel-kabel kecil itu dengan menyesuaikan ukuran konektor RJ-45.


9) Potong kabel yang berada pada zona highlight merah dengan pisau rata di crimping tool (atau gunakan gunting).


10) Sehingga ukuran kabel menjadi lebih pendek.


11) Masukkan kabel ke dalam RJ-45 dengan posisi pin menghadap ke atas. Dorong kabel ke dalam konektor RJ-45 sampai Anda yakin ujung kabel sudah berada di bawah pin dan mentok hingga ujung konektor.


12) Kemudian patenkan menggunakan crimping tool, masukkan kabel yang sudah dipasangi konektor tadi ke lubang yang sesuai lalu crimping sekuat tenaga sampai terdengar suara klik.


13) Satu ujung kabel sudah jadi, lakukan langkah-langkah di atas dan urutan kabel yang sama untuk ujung yang lain.


14) Jika ujung yang lain sudah selesai, tinggal di tes apakah sudah berhasil atau belum. Masukkan masing-masing ujung kabel ke dalam port RJ-45 pada LAN Tester, kemudian nyalakan LAN Tester.

15) Perhatikan lampu-lampu LED pada LAN Tester. Apabila semua lampu di kedua sisi menyala satu per satu, maka kabel yang dibuat sedah berhasil. Apabila ada satu lampu yang tidak menyala, cobalah lakukan crimping sekali lagi. Kemungkinan ada kabel yang belum sobek pada pin RJ-45.


Membuat kabel UTP Cross-Over

Kabel jenis Cross-Over di kedua ujungnya menggunakan urutan warna dari standar internasional yang berbeda, jadi di ujung yang satu kita urutkan berdasarkan Standar A, di ujung yang lainnya kita urutkan berdasarkan Standar B.

1) Ikuti langkah-langkah nomor 1) sampai 12) pada tutorial sebelumnya, karena kita akan membuat kabel dengan standar B di ujung yang pertama.

2) Nah, di ujung yang satunya kita buat berdasarkan standar A, mari lakukan kembali langkah-langkah nomor 1) sampai 5) pada tutorial sebelumnya.

3) Urutkan warna-warna kabel sesuai urutan warna standar A (EIA/TIA 568A) dimulai dari sebelah kiri.


4) Setelah tersusun, tinggal dirapikan (jangan sampai ada warna yang tertukar).


5) Lalu ukur kabel-kabel kecil itu dengan menyesuaikan ukuran konektor RJ-45.


6) Potong kabel yang berada pada highlight merah dengan pisau rata pada crimping tool (atau gunakan gunting). Sehingga ukuran kabel menjadi lebih pendek.

7) Masukkan kabel ke dalam RJ-45 dengan posisi pin menghadap ke atas. Dorong kabel ke dalam konektor RJ-45 sampai Anda yakin ujung kabel berada di bawah pin.


8) Kemudian patenkan menggunakan crimping tool, masukkan kabel yang sudah dipasangi konektor tadi ke lubang yang sesuai lalu crimping sekuat tenaga.


9) Kini kedua ujung sudah selesai, tinggal di tes. Masukkan kedua ujung kabel ke port RJ-45 di LAN Tester, kemudian nyalakan LAN Tester.


10) Untuk bagian Cross-Over, lihat satu sisi terlebih dahulu. Perhatikan pada bagian tester pertama, jika semua lampu menyala satu per satu, artinya satu ujung kabel tersebut berhasil. Kemudian cek sisi yang lainnya. Khusus untuk bagian ini, lampu akan menyala semua satu per satu tidak berurutan tetapi menyala semua. Artinya ujung kabel yang lain pun berhasil.


Membuat kabel UTP Roll-Over (Standar B)

1) Silakan ikuti langkah-langkah nomor 1) sampai 12) pada tutorial Membuat kabel UTP Straight-Through, karena prosesnya sama.

2) Untuk ujung kabel yang lain, lakukan pengukuran sampai tahap penyayatan luar kabel. Kemudian urutkan warna-warna kabel dengan urutan terbalik dari urutan standar B, sehingga urutannya menjadi cokelat, putih-cokelat, hijau, putih-biru, biru, putih-hijau, orange, putih-orange dimulai dari kiri.


3) Setelah disusun, kemudian rapikan.



4) Ukur kabel-kabel sesuai ukuran konektor RJ-45 dari pin sampai penjepitnya.


5) Potong kabel yang berada pada highlight merah. Setelah diratakan, masukkan kabel ke dalam konektor (pin RJ-45 menghadap ke atas). Tekan kabel ke dalam konektor sampai Anda yakin bahwa kabel sudah berada di bawah pin.



6) Lalu crimping sekuat tenaga menggunakan crimping tool.




7) Selesai membuat kedua ujung kabel, tinggal kita cek menggunakan LAN Tester. Masukan kedua ujung kabel UTP ke LAN Tester, lalu nyalakan. Jika lampu di satu sisi menyala dari nomor 1 ke nomor 8, sementara lampu di sisi yang lain menyala dari nomor 8 ke nomor 1, artinya kabel Roll-Over berhasil dibuat.



BAGAIMANA JIKA KABEL UTP PUTUSKabel UTP seperti kabel pada umumnya sangat berisiko terputus, namun bukan terputus karena adanya konsleting listrik. Biasanya kabel UTP putus disebabkan oleh beberapa faktor seperti terinjak, tertimpa benda, tertarik ataupun disebabkan faktor non teknis seperti digigit tikus. Kabel UTP putus memang bisa diganti dengan yang baru, apalagi harganya yang cukup murah. Akan tetapi, bagaimana jika suatu saat di sebuah jaringan komputer ada satu kabel UTP yang menghubungkan sebuah segmen jaringan atau switch dengan komputer server yang jaraknya cukup jauh, dan sudah ditempatkan di spot-spot tertentu yang lumayan rumit, terputus di tengah-tengah kabel? Taruhlah terputus karena digigit tikus. Apa yang akan Anda lakukan? Menggantinya dengan yang baru?

Solusi paling tepat adalah menggantinya dengan tarikan kabel yang baru. Namun, bagaimana pula jika koneksi antara segmen dan server tersebut harus segera tersambung kembali sesegera mungkin? Apalagi diperlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan tarikan kabel baru ke spot-spot yang rumit lumayan.

Untuk mengatasi hal ini, kita hanya perlu menyambungkan kembali titik dari kabel yang terputus. Perhatikan simulasi berikut dan ikuti cara di bawah ini.

1) Pada titik yang terputus, cobalah untuk menarik dua kabel tersebut sehingga ada bahan untuk kita sambungkan kembali.


2) Sayat kabel luar dari kedua kabel tersebut, lalu buang bagian yang sudah disayat.


3) Pisahkan kabel-kabel yang saling melilit.


4) Kemudian, Anda sayat kembali bagian luar kabel dari kabel-kabel kecil itu secara perlahan dan hati-hati, jangan sampai tembaga yang ada di dalamnya ikut terputus. Lalu lilitkan tembaga-tembaga di kedua kabel kecil itu dengan catatan harus satu warna (orange di kabel A dengan orange di kabel B). Rekatkan hasil lilitan menggunakan selotip.


5) Lakukan hal yang sama untuk semua kabel. Jika seluruh kabel sudah dililit (satu warna), satukan semua lilitan dan beri selotip.


6) Insyaallah kabel kembali berfungsi.

Cara ini hanya untuk sementara waktu saja, segera ganti sampai tarikan kabel baru sudah tersedia. Karena hal ini tentu sangat berisiko terhadap keberlangsungan komunikasi data dalam jaringan kalau tidak segera diganti.

KELEBIHAN KABEL UTP1. Dari harganya, kabel UTP cenderung lebih murah dari kabel-kabel jaringan lain seperti Fiber Optic.
2. Mudah dalam perakitan/instalasi menjadi kabel jaringan.
3. Fleksibel, karena ukuran kabel UTP yang relatif kecil.
4. Kecepatan transfer data antar host cukup cepat

KEKURANGAN KABEL UTP1. Rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik.
2. Jarak jangkauan terbaiknya hanya dibawah 100 meter.